Inikah Akhir Rezim Muammar Khadafi?


Headline

Pemerintah sementara Libya telah menggalang kekuatan, siap melakukan serangan terakhir menumbangkan rezim Muammar Khadafi di kota kelahirannya. Inikah akhir kekuasaan tokoh nyentrik itu?

Dewan Transisi Nasional (NTC), pemberontak yang sementara ini dianggap sebagai pemerintah resmi Libya, sedang menyusun kekuatan untuk menyerang Sirte, kota kelahiran Khadafi. Sedangkan salah satu mantan letnannya, yakin Khadafi siap bertarung habis-habisan.

“Sepertinya Khadafi belum meninggalkan negara ini. Saya yakin, seperti yang saya ketahui mengenai beliau, ia akan bertempur sendiri. Membawa senjata dan berdiri di samping anak buahnya,” mantan Perdana Menteri (PM) Al Baghdadi Ali Al Mahmoudi.

Mahmoudi yang sedang dipenjara di Tunisia menyatakan, Khadafi takkan menyerah dan meletakkan senjatanya sebelum pertempuran itu benar-benar berakhir. Mahmoudi menjabat sebagai PM pada masa pemerintahan Khadafi.

Kabar terakhir menyatakan, Khadafi bersembunyi bersama beberapa putranya setelah melarikan diri dari Ibukota Tripoli yang sudah dikuasai pasukan pemberontak NTC. Pendukung Khadafi bermarkas di kota kelahiranya, Sirte dan Bani Walid di selatan Tripoli.

Pasukan pemerintah, selama tiga pekan terakhir, dibombardir artileri dan roket dari timur Sirte. Pemberontak terus mendesak mereka untuk mundur hingga beberapa kilometer dan berhasil menguasai bagian selatan kota tersebut.

Sementara rakyat Sirte melakukan eksodus, dengan mobil-mobil yang beberapa diantaranya terdapat lubang peluru. Ada pula yang naik truk ekstra penuh dan terpaksa berjalan perlahan. Badan-badan bantuan mengkhawatirkan rakyat yang masih terjebak di dalam.

Pada komandan NTC merencanakan serangan terakhir untuk menguasai kota tersebut. Mereka merasa di atas angin, karena mendapat bantuan armada udara Pakta Perjanjian Atlantik Utara (NATO) yang ikut membombardir Sirte untuk mencari Khadafi.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta menyatakan, operasi udara NATO di wilayah Libya masih terus berlangsung selama pasukan darat masih bertempur. Namun, aliansi ini akan membahasnya lagi dalam waktu dekat.

“Selama masih ada pertempuran di Libya, misi NATO masih terus berlanjut,” kata Panetta. Misi ini diperpanjang 90 hari lagi per September lalu. NATO juga berjanji akan mengkajinya setiap bulan, melihat apakah misinya bisa diteruskan atau tidak.

Panetta menyatakan, pertempuran di Sirte dan misteri keberadaan Khadafi masih menjadi tanda tanya besar yang menentukan akhir misi NATO. Serta menentukan apakah sudah saatnya bagi pemerintah interim untuk membahas isu lainnya.

Khadafi telah memimpin Libya selama 42 tahun tanpa posisi yang jelas, salah satu faktor yang mempersulit upaya rakyat untuk menggulingkannya dari kekuasaan. “Ini negaraku. Khadafi bukan presiden yang bisa disingkirkan,” ujarnya, saat awal-awal pemberontakan Libya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: