Tiap Tahun Sungai Ini “Minta” Nyawa…


SRIWIJAYA POST/EKO ADIASAPUTROSalah seorang warga menunjukkan lokasi di tempat tenggelamnya dua korban

PALEMBANG, KOMPAS.com — Percaya atau tidak, Sungai Musi tempat Rizky Anggara Pratama (11) dan adiknya Angga Saputra (10) tenggelam, Jumat (16/9/2011) sekitar pukul 11.15, ternyata memiliki cerita tersendiri di tengah masyarakat Sekayu.

Di tempat yang sama, setiap tahun selalu ada korban yang tenggelam dan meninggal. Menurut Ketua RW 01 di Kelurahan Balaiagung Sekayu, sejak tahun 2007 selalu ada yang meninggal di tempat itu. “Tahun 2009 ada dua anak, 2010 tiga orang, dan 2011 dua orang. Mereka meninggal juga karena tenggelam pada saat bersamaan,” katanya.

Di lihat sepintas, Sungai Musi yang dimaksud tidak jauh berbeda dengan tempat lainnya. Letaknya berdekatan dengan permukiman warga sehingga kerap dijadikan tempat mandi dan mencuci pakaian oleh warga sekitar.

Sudah menjadi kebiasaan, saat musim kemarau, sungai ini terlihat surut dan dangkal di beberapa bagian. Bahkan saat ini di tengah-tengah sungai sudah membentuk semacam pulau karena pasir yang timbul.

Menurut Ketua RW, sekitar 200 meter dari tempat kejadian terdapat dua tempat penambang pasir. Kedua penambang ini menempatkan drum-drum sebagai penyangga pipa yang mengalirkan pasir kerukan ke tepi sungai. Menurut warga sekitar, kegiatan menambang ini sudah berlangsung sejak lama.

Sebagaian warga bahkan mengait-ngaitkan sejumlah korban dengan aksi menambang pasir tersebut. Dikatakan, dengan adanya kegiatan tersebut, ada bagian dasar sungai yang dikeruk sehingga meninggalkan lubang besar dalam. Di sanalah korban sering terperangkap dan meninggal dunia. “Kita tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tetapi harapan kami pemerintah bisa melakukan evaluasi,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan, Rizky dan Angga tenggelam saat bermain di Sungai Musi. Ketika ditemukan, anak dari pasangan Zulfahmi dan Idayati warga Lk I Kelurahan Balaiagung, Sekayu, Musi Banyuasin, ini sudah tidak bernapas lagi.

Peristiwa ini terjadi sekitar 100 meter dari Pasar Perjuangan Sekayu. Menurut informasi di lapangan, sekitar 45 menit menjelang shalat Jumat, warga sekitar pasar dikejutkan dengan suara minta tolong dari pinggir sungai. Ternyata, suara itu berasal dari tiga bocah yang mengetahui dua temannya tenggelam di sungai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: