Di balik Tabir Kematian


Headline

INILAH.COM,Jakarta – Kematian bukan akhir dari segalanya, tapi hanyalah pintu untuk masuk ke alam kehidupan lainnya. Sebuah kehidupan abadi dimana manusia tak lagi punya hak memilih jenis kehidupan yang akan ia jalani seperti saat di dunia.

Di alam akhirat, ia hanya bisa menerima keputusan Sang Pengadil; hidup dalam nikmat selamanya atau sengsara selamanya.
Pintu itu adalah sakaratul maut, yang sangat menyakitkan bagi siapapun, termasuk bagi orang-orang beriman, Dan pintu ini amat menentukan nasib oran gyang melewatinya. Jika ia mampu melaluinya dengan baik, maka kenikmatan abadi siap menyambutnya. Namun bila sebaliknya, maka azab pedih akan senantiasa menjadi temannya sejak di alam kubur.
Di buku ini, Imam al-Ghazali merekam terang perjalanan manusia ke negeri keabadian itu, yang bermula dari pintu sakaratul maut, lalu alam kubur, proses kiamat dengan segala huru-haranya, Pengadilan di Padang Mahsyar, dan akhirnya surga-neraka sebagai terminal akhirnya.
Sang guru besar spiritual ini tak lupa memberi petuah dan wasiat kepada kita semua agar terhindar dari keabadian derita. Dan sebaliknya, agar kita mampu mencapai puncak-puncak nikmat di negeri abadi tersebut. Nasihat-nasihat itu tentu berasal dari Al-Qur’an, Sunnah Rasul-Nya, atsar para sahabat, dan para ‘arifin yang hidup sesudah mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: