5 Suara Horor Ini Bantu Anda Antisipasi Bahaya


Di dunia ini ada beberapa jenis suara yang sangat tidak menyenangkan hingga membuat gigi Anda bergemeretak dan bulu kuduk berdiri.

Namun sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa suara-suara ini justru memainkan peranan penting karena memberi Anda semacam ‘tanda bahaya’.

Ke-5 suara yang paling tidak menyenangkan alias horor versi studi dari Newcastle University, Inggris:

1. Pisau yang digarukkan ke botol
2. Garpu yang digesekkan ke permukaan gelas
3. Kapur yang diseret di atas papan tulis
4. Penggaris yang digarukkan ke botol
5. Kuku yang diseret di atas papan tulis

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience.

Suara yang timbul dari kuku yang diseret di papan tulis dan garpu yang digarukkan ke permukaan gelas merupakan dua dari lima suara yang diidentifikasi sebagai suara paling mengerikan di dunia.

Peneliti menemukan bahwa suara yang dianggap paling buruk memicu aktivitas yang tinggi pada salah satu bagian otak bernama amygdala yang bertugas mengendalikan emosi.

“Tampaknya ini menjadi semacam sinyal marabahaya yang dikirimkan oleh amygdala ke bagian otak lain bernama auditory cortex,” ungkap peneliti Sukhbinder Kumar dari Newcastle University, Inggris.

Berdasarkan pilihan 13 partisipan, suara-suara yang paling tidak menyenangkan ini terletak pada rentang frekuensi antara 2000-5000 Hz. Hal ini senada dengan studi sebelumnya yang telah mengemukakan bahwa rentang frekuensi ini adalah frekuensi yang paling sensitif bagi telinga.

“Jika Anda mendengar suara pada frekuensi ini maka respons Anda terhadapnya akan tinggi karena telinga sangatlah sensitif pada suara-suara berspektrum akustik seperti ini. Contoh lain adalah panggilan peringatan dari hewan dan suara teriakan. Meski begitu para pakar masih banyak memperdebatkan mengapa hal ini bisa terjadi,” kata Dr. Kumar seperti dilansir dari independent, Kamis (11/10/2012).

Menurut Dr. Kumar, suara yang dikategorikan tidak menyenangkan itu dapat dilihat dari dua cara, karena secara intrinsik suaranya memang tidak menyenangkan atau karena kaitannya dengan suara lain, walaupun suara itu sendiri tidak secara intrinsik tidak menyenangkan. Seperti halnya suara jam weker yang dibenci orang bukan karena deringannya tapi karena itu mengganggu tidur.

Begitu juga alasan mengapa banyak orang merinding ketika mendengar suara teriakan karena suara itu memicu reaksi emosional akibat interaksi antara auditory cortex dan amygdala.

Pasalnya amygdala atau bagian ’emosional’ dari otak itu mengambil alih tanggung jawab dari auditory cortex sehingga persepsi terhadap suara yang tidak menyenangkan seperti suara pisau yang digarukkan ke botol lebih tinggi bila dibandingkan dengan suara yang menenangkan seperti gemericik air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: